Buka Bersama, Tradisi Unik Tuk Eratkan Silaturahim

65ya-allah-aku-jatuh-cinta
Tentang Cinta yang Jatuh Padanya
June 5, 2016
tumblr_o8fihyd6My1r1j3geo1_500
Merayakan Kemenangan
July 4, 2016
Show all

Buka Bersama, Tradisi Unik Tuk Eratkan Silaturahim

diambil dari www.kaskus.co.id

diambil dari www.kaskus.co.id

Sebelum membaca tulisan ini lebih jauh, alangkah lebih baiknya kita kenakan sebuah kacamata ajaib. Sebuah benda yang hanya akan membantu kita melihat fenomena dari satu sudut pandang. Sudut pandang penulis. Subyektifitas penulis. Dan semoga tidak terjadi cek cok akibat perbedaan pendapat yang berujung pada perdebatan lalu perpecahan. Karena ingat! Perpecahan hanya melemahkan kita.

Entah siapa yang memulai. Entah siapa pula yang mengawali. Nampaknya tradisi buka bersama telah demikian mengakar dalam tiap edisi Ramadhan dari tahun ke tahunnya. Sebuah acara dimana kita duduk bersama teman – teman sesuai tema. Kadang atas nama teman SMA, program studi, organisasi dan lain sebagainya. Lalu kita saling bercakap. Ada yang membongkar aib saudaranya. Ada yang memilih curhat ini itu tentang masalah percintaannya. Ada pula yang datang hanya sekedar formalitas memenuhi undangan. Agar tidak dianggap sok sibuk mungkin. Mungkin. Setelah itu orang – orang akan berebut untuk memperoleh jatahnya karena azan magrib sudah berkumandang. Melupakan bahwa ada teman lain yang juga kehausan lagi kelaparan. “Bodo amat gue udah bayar”. Dan di akhir acara niat taraweh urung dikerjakan karena ternyata seru juga membahas kisah lama.

Terlepas dari berbagai anggapan kurang sedap dari kegiatan buka bersama. Ada hal positif yang dapat diraih dari padanya. Meski kadang harus meninggalkan taraweh karena malas. Kadang harus keluar uang lebih sebab ada kawan berhati setan yang enggan membayar. Kadang juga harus berkorban waktu dan tenaga karena teman tidak ada yang ingin mengurus acara. Buka bersama dapat digunakan sebagai perekat. Bukan perekat semacam lem atau double tape. Sebagai contoh ada sebuah buka bersama yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi. Mereka menyelenggarakannya di sebuah panti asuhan. Disini telah terjadi ajang silaturahim dan berbagi antar saudara. Setidaknya berbagi keceriaan dan makanan enak. Walau setelahnya seolah tidak terjadi apa – apa di panti asuhan tersebut. Pun ada juga yang melangsungkan buka bersama dengan membagi – bagikan makanan kepada orang – orang di jalan. Sambil menyelam minum air. Program kerja terlaksana dan kumpul – kumpul yang jarang dilakukan pun terjadi. Meski sampah kemudian berserakan setelahnya. Beberapa waktu yang lalu pun penulis sempat mengikuti undangan buka bersama. Atas dassar rasa ingin bertemu dan berkumpul dengan rekan – rekan yang sangat dirindukan maka penulis berangkat meski tidak didampingi pasangannya. Belum punya dan entah kapan punya. Acara berlangsung dengan ramai dan lancar. Ada teh yang tumpah. Namun harap maklum. Banyak orang berlalu lalang sehingga kadang pandangan mata menjadi kurang fokus. Sedikit senggolan dan gelas pun berguling. Mungkin sedang memperhatikan peserta buka bersama di ujung ruangan. Senyumnya manis. Menyenangkan sekali bersama – sama menantikan azan berkumandang. Suatu masa dimana duduk bersama bukan karena membahas program kerja yang menjenuhkan. Bukan karena ada masalah dalam internal organisasi. Bukan karena ada anggota yang hendak mengundurkan diri. Sebuah acara yang kita datangi dengan senang hati (terutama jika gratis). Beberapa orang pun dipaksa untuk datang. Karena tanpamu kurang satu. Meski terlihat terpaksa keceriaan tidak mampu mereka sembunyikan. Secara garis besar bolehlah dikatakan acara tersebut berjalan dengan menyenangkan, hangat, penuh gelak tawa. Dan satu hal yang paling utama, mempererat tali persaudaraan adalah tujuannya.

Mungkin bagi beberapa golongan buka bersama hanyalah semata – mata kegiatan hura – hura. Tidak ada manfaatnya. Boleh – boleh saja beranggapan demikian. Pasal 28 UUD 45 pun mengizinkannya. “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undnag – undang” (Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, 2014). Bisa jadi mereka tidak pernah menerima atau menghadiri kegiatan buka bersama. Atau bisa juga mereka pernah datang namun ada trauma sehingga tidak menyukainya. Bisa jadi pula mereka tergabung dalam sebuah sekte pencegah buka bersama. Takut bertemu mantan? Dan masih banyak spekulasi lainnya. Tapi marilah sejanak kita renungkan hal – hal positif yang dapat didapat dari buka bersama. Jangan melulu berfikiran negatif kepadanya. Renungkan dengan singkat manfaat apa saja yang bisa didapat. Dan lalu tersenyumlah bagi mereka yang mengetahuinya. Tersenyumlah bagi mereka yang meraih manfaat dari buka bersama. Dan tersenyumlah bagi mereka yang rindu untuk berbuka bersama penulis pada edisi Ramadhan tahun depan. Semoga kita semua dapat menjumpai Ramadhan lagi.

Sa’ad Fajrul ‘Aziz

Pria kecil yang menyukai gadis manis

Admin dari burjow.tumblr.com dan saadfajrul.wordpress.com

 

 

Gambar diambil dari www.kaskus.co.id

bem
bem