Mahasiswa Lama Sama (dengan) Mahasiswa Baru

IMG-20160823-WA0028
Selamat Datang Wahai Para Pengganti
August 28, 2016
sffhcdghjdffh
Tak dapat Piagam, Matipun Tak Diupacarakan
November 30, 2016
Show all

Mahasiswa Lama Sama (dengan) Mahasiswa Baru

IMG-20160823-WA0023

Ah, tahun ajaran baru. Kesempatan baru bagi kita, mahasiswa lama maupun mahasiswa baru untuk memulai hidup baru. Tentu tidak berlebihan ya, dengan mengatur kehidupan kita salah satu, maka kehidupan kita yang lain akan ikut teratur satu – satu.

Oh ya, selamat datang untuk mahasiswa baru, selamat menempuh kehidupan baru, dan  melaksanakan tahun ajaran baru. Jangan lupa siapkan sepatu untuk kuliah pertamamu.

Jadi begini, untuk mahasiswa lama, bagaimana sikap kita menghadapi penghuni – penghuni baru alias maru. Wajah – wajah lama yang kerap kita lihat, dekat sampai akrab, atau hanya sekedar “tahu” akan segera tergantikan dengan wajah – wajah baru. Wajah – wajah yang anda sekedar tahu, entah sering berpapasan, entah memang anda tertarik, atau si empunya wajahnya memang menarik, lamat – lamat akan terganti dengan wajah segar muda penuh tanya.

Anda dulu pasti begitu.

Jangan tanya juga, bagaimana suasana kampus di hari perdana masuknya ya., jembatan asmara akan ramai lalu – lalang diiringi musik  penghantar semangat dari speaker radio kampus. Kantin akan penuh perbincangan dan candaan, hingga pelataran parkir I akan penuh dengan mahasiswa yang bertanya – tanya “apa dosen ada” menunggu kepastian. Sekalian saja penunggu – penunggu itu saling bercengkerama. Sekedar melempar sapa atau bercanda, menanyakan kabar atau membahas postingan terdahulu saat liburan di sosial media.

Kuberitahu, kampusmu memang selalu lebih hangat di pagi hari.

Lalu, apa kabar adik – adikku Mahasiswa baru? Setelah melihat impresi manisnya kampus barumu di pagi hari, sudah siapkah untuk kelas pertamamu? Senang tak sabar ingin belajar di kelas perdanamu, Atau malah ada sedikit rindu dengan rumahmu?

Kalau sedikit ada rindu, maka sama pula dengan aku, mahasiswa (tidak) baru. Kepergian meninggalkan zona nyaman kampung halaman memang sedikit lucu. Walaupun yang tua – tua sudah terbiasa, namun tetap saja ada rindu.

Biasanya, ada saja rindu dengan keluarga, teman sepermainan yang terpisah kampus dengan kita, suasana asal kita, bahasa dan lain sebagainya.

Belum lagi dengan kabar teman – teman seangkatanmu yang kerap juga memicu rindu, yang akun sosial medianya sudah dibanjiri dengan foto ini – itu mengenakan almamater baru, yang membuatmu ingin mengucap selamat sambil sekalian melepas rindu.

Namun kuingatkan ya. Zona nyaman tidak selamanya baik untukmu.

Terlepas kampusmu sekarang memang kesukaan atau cuman sekedar pilihan, asingnya lingkungan bagi pendatang merupakan tantangan. Apalagi jika harus bertahan dengan pola hidup baru, membiasakan dengan rutinitas sebagai (hidup!) mahasiswa, menentukan minat dan bakat untuk masuk ke dalam organisasi atau kegiatan ekstra pilihan, sampai beradaptasi dengan teman.

Sedikit tantangan – tantangan inilah yang membuat wajah – wajah baru ini terkadang penuh tanya. Saya ingat bagaimana hangatnya dibantu dengan kakak – kakak mahasiswa karena kebingungan mencari kelas 2.3.4 dimana, atau sekedar disambut hangat di sekre suatu ukm karena saya “sedikit” penasaran yang sekarang merupakan markas saya ngadem atau sekedar bercanda disela kegiatan kuliah.

Dengan kehangatan seperti itu, apa lagi yang kamu tunggu adik – adikku? Jangan kelewat senang akan kampus barumu sehingga mengganggu jadwal tidurmu.

Dan untuk teman – teman mahasiswa (tidak) baru, kehangatan yang seperti itu yang selalu adik – adik tingkat kita tunggu. Ingat kan dulu bagaimana saat kita dibantu? (Saya saja ingat kok) Bagaimana leganya kita saat masalah kecil kita hilang satu?

Ibarat cermin, manusia pada dasarnya adalah sama. Aksi – reaksi. Jika kita berbuat baik pada sesama, maka akan dibalas pula dengan baik oleh sesama.

Coba saja kak bermuka masam pada adik baru kita, maka yang ada dalam ingatan adik baru kita adalah “kakak ini nih si wajah masam”. Begitu pula sebaliknya. Bila kita mampu beramah tamah, maka balasannya akan jauh dari kesan marah – marah.

Nah maka dari itu, adik – adikku jangan ragu untuk melangkah ke kampus baru. Selalu ada bantuan yang akan datang dari kakak – kakak barumu di kampus ini.

Dan untuk kakak – kakak mahasiswa (tidak) baru, coba saja untuk selalu membantu dan mencoba memasang wajah ramah dan santun selalu. Mungkin saja nanti ada adik gemas kepincut satu.

Dhipo Alam Dharmawan

Ilmu Komunikasi 2014

bem
bem