title

Blog

 
Posted by bem in Opini Pembakar, Refresh

Jalan Kaki

“Tin tin… Tin tin…”

“Brumm brumm… Brumm…”

 

07.25 tepat ketika tiga pintu ini mulai memasuki masa padat merayap, klakson disetiap sisi, gas yang tak sabar dipacu hingga wajah-wajah panik keterlambatan sering ditemui di kampus yang berada di Jalan Ir. Sutami 36 Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Kampus yang sebenarnya hanya memiliki luas bangunan (916.086 m2} dibangun di atas luas total lahan (936,6 hektar), dengan luas lahan terbuka hijau (23.100.000 m2), luas hutan kampus (16.170.000 m2), dan luas lahan parkir (61.885 m2). Hanya? Pastilah karena kampus ini masih kalah dengan kampus-kampus lain yang luasnya bisa lebih dari 1000 hektar.

Namun taukah kamu, banyak dari mahasiswa selalu menggunakan kendaraan bermotor ketika ingin ke kampus? Jauh? Sepertinya tidak, karena kos-kosan mahasiswa tepat mengelilingi area kampus, jaraknya mungkin tak sampai 500 meter saja, ya cukuplah dengan 15 menit berjalan. Tapi apa yang membuat mereka memutuskan untuk berkendara motor ? Mari kita mulai menengok testimoni mereka :

 

  1. “Males euy, ke kampus jalan kaki capek”

Terkadang males dan capek atau mungkin di era kekinian sering disebut “mager” menjadi salah satu alasan yang sering diucapkan, tapi apakah kesehatanmu mau dibayar dengan rasa capek yang hanya bertahan tak sampai 30 menit? Padahal berjalan dengan rutin setiap hari lebih efisien meningkatkan kesehatan daripada olahraga berat satu minggu sekali. Well, Cobalah sesekali berjalan kaki, merasakan pagi dimana kampusmu itu masih terasa dingin dan menyejukkan. Apalagi kalau lewat di area fakultas kedokteran-MIPA-pertanian. Adem loh banyak pohon rindang.

 

  1. “Ahelah, udah dandan rapi ya kali mau jalan kaki”

Nah, ini teruntuk mereka yang selalu mengutamakan penampilan disetiap kesempatan. Berjalan kaki tak akan membuatmu terlihat tidak rapi, kamu bisa mengakalinya dengan berbagai cara seperti berjalan secara perlahan sambil menikmati, atau.berangkat menggunakan kaos dan berganti dikampus biar tidak berkeringat ?

 

  1. “Entar kalo mau kemana mana ribet ah!”

Teruntuk para aktivis yang mobilitasnya sampai ngalahin jadwal rektor, mungkin ini alasan yang sering digunakan. Tapi taukah kalian bahwa kampus tercintamu ini telah memberikanmu kenyamanan dengan adanya bus kampus yang stand by setiap harinya dan hanya membayar seikhlasnya atau malah bisa gratis.

Nah mungkin baru itu sedikit contoh dari sekian banyak hal yang menyebabkan mahasiwa enggan untuk berjalan kaki di kampus tercintanya. Sempat beberapa kali mendengar ada fakultas yang ketika osmaru menganjurkan mahasiswa baru untuk tidak boleh menggunakan sepeda motor dengan alasan “mengajarkan gaya hidup sehat. Cinta lingkungan. Anti polusi” tapi sayang setelah osmaru yasudah bubar lagi.

Ada juga fakultas yang menerapkan larangan berkendara motor dengan sistem hari untuk setiap program studinya hemm nice! Tapi entah penulis hanya mendengar hal ini diawal, akhir-akhir ini gaungnya sih sudah dilanggar. Dan yang paling terbaru adalah ada fakultas yang sampai membangun tempat parkir baru super luas agar mahasiswa leluasa saat memarkirkan kendaraan bermotor, hemm bukankah ini menambah pacuan untuk mahasiswa menggunakan sepeda motor? Dan semakin enggan untuk berjalan ? Ah sudah.

 

Hei ngomong-ngomong, ini seruan untukmu yang satu almamater denganku. Ayo berjalan kaki, setidaknya seminggu satu kali, agar kamu merasakan bagaimana kampusmu ini sebenarnya, tak ada salahnya bukan untuk mencoba ? Kan lucu tuh kalau nge-path “Jalan kaki ke kampus nih” terus dikomen “ih kamu go green banget, kamu sehat banget” oke kan?

 

Hayuk menyambut rutinitas hari esok dengan berjalan kaki menuju kampus yang katanya Ijo Royo Royo!

 

Lufty Syafa’ah & Arief N. Prayogi