fisip
Siap Ber-BH?
February 16, 2016
090623_botolplastik
Maha Sampah
February 23, 2016
Show all

Ayo Diet Bareng!

kantong-plastik-sampah

Hampir setiap orang tidak pernah lepas dari penggunaan kantung plastik. Bahkan karena kehidupan yang semakin modern ini, kantung plastik memiliki peran yang penting untuk membantu manusia. Ringan,kuat, sifat insulasi yang baik, mudah diwarnai, dan juga kedap air merupakan alasan mengapa kantung plastik lebih dipilih masyarakat. Karena kelebihan itulah penggunaan kantung plastik setiap tahunnya semakin meningkat. Dalam 10 tahun terakhir dimana sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Sedangkan dalam tiap menit, Indonesia menggunakan kantong plastik lebih dari 1 juta. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Padahal menurut penelitian, rata-rata penggunan kantong plastik hanya dalam waktu 25 menit saja, sedangkan untuk terurai membutuhkan waktu sekitar 500 tahun!

Di Indonesia sendiri menurut riset Jenna R Jambeck dan kawan-kawan (publikasi di www.sciencemag.org 12 Februari 2015) yang diunduh dari laman www.iswa.org pada 20 Januari 2016 menyebutkan Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok, disusul Filipina, Vietnam, dan Sri Lanka. Untuk mengurangi penggunaan kantung plastik mulai hari ini, 21 Februari 2016 pemerintah membuat kebijakan plastik berbayar pada 23 Kota di Indonesia. Penerapan kantong plastik berbayar ini akan diterapkan pada industri ritel dan juga pada pasar tradisional. Sejauh ini industri ritel mendukung kebijakan kantong plastik berbayar, sedangkan untuk pasar tradisional sendiri, diperlukan pendekatan yang lebih berhati-hati untuk mengkampanyekannya, terutama pada masyarakat menengah kebawah yang masih minim edeukasi mengenai bahaya kantong plastik.

Untuk harga setiap kantong plastik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengusulkan harga yang dikenakan Rp 500 per kantong plastik. Sejumlah Rp 200 dikembalikan kepada konsumen yang mengembalikan keresek kepada peritel, sedangkan Rp 300 digunakan peritel untuk kegiatan lingkungan bersama pemerintah daerah. Namun, per kantong plastik bervariasi tergantung kebijakan daerah masing- masing, berkisar Rp 500-Rp 5.000. Harga yang lumayan bukan? Jadi mulai sekarang kita harus mulai bersiap untuk menyediakan tas belanja sendiri ketika berbelanja, atau jika memang terpaksa menggunakan kantong plastik, simpan untuk dipakai dan dimanfaatkan selama mungkin.

Penerapan kantong plastik berbayar tentunya hanya salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik. Sebenarnya masih ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengurangi sampah plastik. Contoh sederhanya saja, mulai membiasakan diri membawa tempat minum sendiri (tumbler), sehingga kita tidak perlu membeli air mineral dalam bentuk plastik. Terlebih lagi di kampus UNS sudah mulai terpasang Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), sehingga kita dapat kapanpun mengisi ulang tempat minum kita secara gratis. Contoh lain, mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat bahkan memiliki nilai jual tinggi.

Kebijakan pemerintah ini semoga tidak hanya kebijakan yang sementara saja, mengingat kantong plastik berbayar merupakan uji coba pemerintah yang dimulai dari 21 Februari 2016 hingga awal Juni nanti. Namun, tentunya jangan sampai adanya kebijakan kantong plastik berbayar ini malah mennjadi ladang baru bagi oknum-oknum yang ingin memperkaya diri mereka sendiri.

Untuk menyukseskan kebijakan pemerintah ini tentunya membutuhkan turun tangan dari kita bersama, tinggal kita sendiri mau merubah kebiasaan kita menggunakan kantong plastik atau tidak, toh seharusnya kita perlu belajar untuk membentuk kebiasaan dan bukannya dibentuk oleh kebiasaan bukan? Maka dari itu ayo kita rame-rame diet kantong plastik untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020. Selamat Hari Peduli Sampah Nasional!

Siap diet?

 

Zahra Nur Fatma

Mahasiswa Sosiologi FISIP UNS

bem
bem