diambil dari www.kaskus.co.id
Buka Bersama, Tradisi Unik Tuk Eratkan Silaturahim
June 29, 2016
home_writer_blog_book6
Quisque sed bibendum
July 6, 2016
Show all

Merayakan Kemenangan

tumblr_o8fihyd6My1r1j3geo1_500

Bulan ramadhan tahun ini setidaknya memberi kebahagiaan kepada dua tipe masyarakat. Pertama, adalah yang menjalankan ibadah puasa. Ramadhan bulan yang teramat dinantikan oleh sebagian besar penduduk di Indonesia. Secara statistik, pemeluk agama Islam menjadi populasi terbesar di Indonesia. Dengan begitu, maka menjadi wajar ketika ramadhan di Indonesia disambut meriah daripada negara-negara Muslim lainnya.

Disini, kita akan akrab dengan istilah-istilah buka puasa, takjil, sahur, tarawih, tadarus sampai takbir keliling. Serangkaian perayaan semarak ramadhan menjadi sebuah fenomena tersendiri, yang euforianya tidak hanya dirasakan oleh para pemeluk agama Islam semata. Kita dapat menjumpai dengan mudah, bagaimana penganut kepercayaan lain juga turut sumringah dengan datangnya bulan suci Ramadhan.

Di kampung saya, dengan akrab dapat dijumpai rekan-rekan Tionghoa yang turut serta menjajakan takjil atau hidangan buka puasa di sore hari. Bahkan tak jarang beberapa kesempatan membagikannya secara cuma-cuma. Atau, kegiatan rutinan seperti buka bersama tidak saja dihadiri oleh kita-kita yang menjalankan ibadah puasa saja. Tetapi juga rekan-rekan kita yang menganut kepercayaan berbeda. Hal ini menjadi sebuah fenomena asyik tersendiri di Indonesia.

Selain karena ibadah puasa, semarak Ramadhan juga mendekam kepada hati dan jiwa yang butuh bernostalgia. Kegiatan seperti buka bersama merupakan momentum paling pas untuk menunaikannya. Bertitel kegiatan buka bersama, kita akan dengan mudah mengajak teman-teman lama kita untuk berkumpul, tidak sesulit ketika mengajak di bulan lainnya. Teman-teman organisasi di kampus, teman nongkrong semasa SMA, reuni kecil teman kelas SMP, hingga teman bermain semasa SD. Bahkan, ada beberapa yang bisa berkumpul dengan teman masa taman kanak-kanaknya. Weleh, jos tenan.

Atau, biasanya, yang paling diharapkan adalah momentum untuk bertemu cinta lama yang bisa diharap bersemi kembali. Heleh. Saya sih yakin, diantara kalian semua pasti ada yang mengharapkan bisa balikan lagi sama mantan, kan? Sudah, ndak perlu mengelak menutupi muka dengan bantal. Muka-muka penuh pengharapan itu nggak bisa disembunyikan, kok. Atau minimal, kalau nggak bisa balikan, ketemu dan menyapa aja udah senengnya minta ampun.

“Hai, gimana, apa kabar?”

“Gimana kuliahmu?”

Sampai,

“Eh, sekarang kok kamu makin cantik, sih?”

Mending segera alihkan pembicaraan kalau sudah masuk pertanyaan semacam ini.

***

Dan kedua, para penikmat sajian kulit bundar. Ramadhan ini menjadi lebih meriah dengan bergulirnya dua kompetisi antar negara-negara di Benua Eropa dan Amerika, EURO 2016 dan Copa America 2016. Dua sajian ini menjadi bumbu penyemarak keriuhan Ramadhan. Jadwal tayang yang kata sebagian orang pas menjadi poin plus juga. EURO tayang selepas ibadah shalah taraweh tuntas dan Copa America bergulir setelah ibadah shalat subuh. Kolaborasi untuk maksimalnya aktifitas di bulan suci Ramadhan.

Gelaran Copa America lebih dulu usai. Mempertemukan Argentina dengan juara bertahan, Chili, pada partai puncak. Laga yang menjadi milik Chili (lagi) ini menyisakan banyak cerita. Tentu, selain fenomena mempertahankan gelarnya, juga kabar mundurnya Sang Mega Bintang, Lionel Messi. Leo, begitu sapaan Messi, berujar mundur dari Timnas pasca empat kali gagal membawa Argentina juara. Sebuah keputusan yang menggegerkan banyak pihak.

Tapi, kita tak akan membahas soal itu. Mari biarkan Messi merenungi lagi keputusannya, tanpa campur tangan komentar dari kita. Lha, nggih.

Gelaran EURO 2016 juga tak kalah seru. Kejutan penuh kejutan terus terjadi. Negara-negara tak diperhitungkan bisa lolos hingga perempat final. Sebut saja diantaranya adalah Islandia. Negara dengan penduduk kurang lebih hanya 330 ribu, menjadi kuda hitam paling fenomenal. Islandia berhasil menjungkal tim bertabur bintang, Inggris, di babak 16 besar dan melaju ke perempat final. Kisah Islandia menjadi inspirasi banyak orang.

Bayangkan, di Islandia, rata-rata temperatur pada musim dingin bisa mencapai 0 derajat celcius hingga minus sepuluh. Bahkan pada bulan Desember bisa mencapai -25 derajat celcius hingga -30 derajat celcius. Bisa dibayangkan ademe koyo ngopo, jal? Islandia merupakan Negara tanpa tradisi sepakbola. Faktor cuaca yang extrem menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya sepakbola.

Cerita menarik dimulai tahun 2002, dimana Federasi Sepakbola Islandia (KSI) mulai berbenah. Dua hal yang menjadi fokus dari KSI yakni memperbaiki dan menyediakan infrastruktur serta meningkatkan kualitas pelatih. Penyediaan infrastruktur dengan memperbanyak lapangan indoor dengan fasilitas kelas wahid. Sampai tahun ini, sudah ada sekitar enam lapangan indoor terbaik, 20 lapangan buatan dan sekitar 130 lapangan mini untuk sekolah dan masyarakat umum. Tidak main-main, pemerintah juga turut andil dalam penyediaan fasilitas ini.

Kedua adalah meningkatkan kualitas pelatih. KSI memiliki kepercayaan bahwa, untuk mendapatkan pemain yang berkualitas harus dimulai dengan pelatih yang berkualitas. Tahun 2002, hanya ada sekitar 157 pelatih. Per 2012, sudah ada 520 pelatih berlisensi UEFA B, 165 pelatih berlisensi UEFA A dan enam berlisensi UEFA Pro. Bahkan, untuk bisa melatih tim junior saja harus berlisensi UEFA A. Apa yang dibangun oleh Federasi Sepakbola Islandia sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Paling mencolok adalah lolosnya timnas Islandia hingga perempat final UERO 2016, pertama kali dalam sejarah.

Bagi siapapun dari kita yang menyaksikan pertandingan Islandia kontra Prancis, saya yakin kita sepakat bahwa Islandia hanya kalah, tidak hancur. Empat gol yang bersarang di gawang Islandia pada babak pertama seolah sirna dengan penampilan mereka pada babak kedua. Bahkan, mereka bisa memperkecil keadaan dengan menyarangkan dua gol pada laga yang berkesudahan 5-2 ini. Mereka tampil sekuat tenaga, mengerahkan apa yang dipunya bagi nama Negara. Sempat terlihat, Presiden terpilih Islandia, duduk mendukung bersama suporter Islandia lainnya dan tidak memilih ruang eksekutif yang disediakan. Energi total, baik dari yang berlaga juga dari yang mendukung.

***

Ramadhan sudah dipenghujung. Barangkali, sebagian dari kita masih bergeming apakah benar-benar kita ‘tuntas’ pada Ramadhan kali ini atau tidak. Mungkin, ibadah taraweh yang masing berlubang, puasa yang tidak full, atau target mengaji Al Qur’an yang tidak selesai, menjadi PR kita kali ini. Penghujung dari bulan suci ini adalah kembalinya kita pada diri yang fitri. Lebaran ini ibarat pembagian rapor. Semua mendapat titel naik kelas. Tinggal yang berbeda adalah nilai yang didapat masing-masing.

Terlepas dari berapa nilai yang kita dapatkan selama bulan suci, Idul Fitri patut dijadikan momentum untuk merayakan. Perayaan disini bukan sebagai titik henti. Tapi lecutan untuk memulai yang baru. Mungkin, laju Islandia hanya sampai perempat final di EURO kali ini. Tapi, ini bisa menjadi awal kiprah untuk prestasi kedepan. Piala Dunia 2018 yang paling dekat. Sama halnya dengan ibadah di bulan suci ini. Kalau mungkin selama Ramadhan kita kuat berpuasa sebulan, pasca lebaran, tantangan untuk konsisten adalah benar adanya. Misal, puasa sunnah di bulan Syawal adalah yang paling dekat. Bisa dicoba.

Selain pelecut, lebaran tentu menjadi salah satu momen yang pas untuk mengevaluasi diri. Tak heran, derasnya permintaan maaf mengalir hingga ruang-ruang tersempit yang kita punya. Mengamini hal itu, mewakili segenap pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP UNS 2016, saya juga ingin menghaturkan maaf kepada pembaca yang budiman sekalian. Atas masih bodoh dan tidak becusnya kami, atas banyaknya alpa yang kami lakukan, dari yang remeh-temeh sampai yang bikin berujar, “weleh-weleh.”

Mengambil semangat apa yang dibawa oleh Islandia, kita boleh kalah tapi tidak untuk hancur. Setiap kita pasti pernah salah, tapi memaafkan adalah hal paling luhur.

Mewakili BEM FISIP UNS 2016,

Addin Hanifa.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan batin.

Referensi:

panditfootball.com/editorial/205616/terima-kasih-islandia

panditfootball.com/cerita/186510/perencanaan-faktor-utama-kesuksesan-islandia

bem
bem